Sage Oracle Dual Boiler — Review Lengkap



Kelebihan

Dual-boiler + triple heat system (ketel ganda + group-head panas): Oracle Dual Boiler memungkinkan Anda untuk menyeduh espresso dan menghasilkan uap susu secara bersamaan tanpa harus berganti penghantar panas (steam ↔ brew), sehingga lebih cepat dan efisien.

Mudah & fleksibel — otomatis maupun manual: Mesin ini bisa digunakan dalam mode otomatis (grind → dose → tamp → brew) sehingga cocok untuk yang ingin kopi cepat tanpa ribet. Tapi jika Anda suka “ngulik” shot espresso, tersedia mode manual di mana Anda bisa mengatur grind size, suhu, pre-infusion, dan variabel lain secara detail.

Built-in grinder dengan banyak pengaturan: Grinder bawaan memakai burr presisi (45 setting) sehingga memudahkan penggilingan langsung dari biji ke portafilter — praktis dan cepat.

Kualitas espresso dan tekstur susu yang baik: Portafilter 58 mm profesional, dosis ideal ~22 g, serta steam wand yang mampu menghasilkan microfoam halus — cocok untuk latte, flat white, cappuccino, dan minuman susu lainnya.

Desain premium dan build quality solid: Mesin terasa kokoh, presisi, dan terasa seperti perangkat “kelas café” di rumah. Untuk memindahkannya pun tersedia roda tersembunyi — berguna karena bobotnya cukup berat (~17 kg).

User interface modern & praktis: Pengoperasian lewat layar touchscreen — memudahkan pemula, dan tampilannya bersih tanpa banyak tombol fisik.


Kekurangan / Catatan Penting

Harga yang sangat mahal: Mesin ini tergolong kelas atas — bagi banyak orang, investasi untuk mesin ini sangat besar dibanding alternatif semi-otomatis atau manual.

Grinder otomatis bisa kurang konsisten untuk pengguna manual: Walaupun praktis, grinder bawaan kadang menunjukkan variasi dosis jika digunakan dalam mode manual — hal ini bisa mengecewakan bagi pecinta espresso yang ingin kontrol penuh dan konsistensi tinggi.

Ukuran besar & berat: Karena fitur dan desainnya lengkap, mesin ini membutuhkan ruang cukup besar di counter dapur. Tidak ideal untuk meja yang sempit.

Konsumsi daya & waktu pemanasan relatif besar: Dengan dual boiler dan kapasitas besar, mesin ini bisa lebih boros listrik dibanding mesin “entry level” — dan butuh waktu supaya semua bagian (group-head, boiler, portafilter) mencapai temperatur optimal sebelum ekstraksi.

Kurang cocok bagi puritan kopi: Karena grinder terintegrasi dan mode otomatis, “ritual” manual dalam menyeduh kopi bisa terasa kurang autentik bagi sebagian enthusiast yang lebih suka kontrol penuh (misalnya memilih grinder eksternal, menakar manual, dsb).


Status & Ketersediaan di Indonesia

Saat ini ada indikasi bahwa mesin jenis “dual boiler / espresso machine otomatis/semi-otomatis” termasuk dari merek Breville / Sage sudah dijual di marketplace Indonesia — contohnya mesin dengan nama “Breville The Dual Boiler” atau “Breville The Oracle” tampil di salah satu marketplace online lokal.

Namun perlu diperhatikan: tidak selalu jelas apakah model yang dijual di Indonesia adalah versi “Oracle Dual Boiler terbaru” dengan grinder built-in, atau versi “Dual Boiler” lebih sederhana tanpa grinder — karena ada beberapa variant dalam keluarga produk Breville/Sage. Oleh karena itu disarankan untuk memeriksa spesifikasi (misalnya ada grinder internal? portafilter 58 mm? dll) dengan teliti sebelum membeli.





Kesimpulan — Untuk Siapa Mesin Ini?

Sage Oracle Dual Boiler cocok bagi:

Pecinta kopi yang ingin hasil seperti kafe di rumah — espresso, latte, flat white, dengan susu berbusa halus.

Orang yang menghargai kenyamanan + fleksibilitas — bisa memilih otomatis bila ingin cepat, atau manual bila ingin bereksperimen.

Rumah dengan ruang dapur cukup dan budget tinggi, serta ingin investasikan ke mesin espresso jangka panjang.


Meski demikian, jika Anda lebih suka kendali penuh, grinder eksternal, atau setup lebih “manual dan tradisional” — mungkin ada mesin lain yang lebih cocok.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart
Scroll to Top