Espresso adalah jantung dari berbagai minuman kopi berbasis espresso seperti cappuccino, latte, dan macchiato. Untuk menghasilkan espresso yang berkualitas tinggi, diperlukan pemahaman dan ketelitian terhadap setiap detail prosesnya. Berikut adalah panduan dan tips membuat espresso yang sesuai standar SCA (Specialty Coffee Association).
—
1. Gunakan Kopi Berkualitas dan Segar
SCA menekankan pentingnya bahan baku yang segar dan berkualitas tinggi.
Gunakan biji kopi specialty grade dengan skor cupping minimal 80.
Pastikan kopi disangrai maksimal 2–4 minggu sebelum digunakan.
Simpan biji kopi dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan gelap.
> Tip: Hindari menyimpan kopi di lemari es karena kelembapan dapat merusak rasa.
—
2. Gunakan Rasio Brew Sesuai Standar
SCA menyarankan rasio brew (perbandingan antara berat kopi dan hasil espresso) sebagai pedoman dasar:
Rasio ideal: 1 : 2
Artinya, jika kamu menggunakan 18 gram kopi, maka hasil akhir espresso yang diinginkan sekitar 36 gram.
Namun, rasio ini dapat disesuaikan tergantung jenis kopi dan cita rasa yang diinginkan:
Ristretto: 1 : 1,5 (lebih kental & manis)
Normale: 1 : 2 (seimbang)
Lungo: 1 : 2,5 (lebih ringan & pahit)
—
3. Penggilingan (Grind Size) Harus Presisi
Ukuran giling sangat menentukan waktu ekstraksi dan rasa.
Espresso membutuhkan gilingan halus seperti gula pasir halus.
Jika ekstraksi terlalu cepat (<20 detik), gilingan terlalu kasar.
Jika terlalu lambat (>35 detik), gilingan terlalu halus.
> Tip: Gunakan grinder burr berkualitas untuk hasil gilingan yang konsisten.
—
4. Dosis dan Distribusi yang Tepat
Gunakan timbangan digital untuk memastikan dosis kopi presisi (biasanya 18–20 gram untuk portafilter double).
Setelah itu, lakukan distribusi merata untuk menghindari channeling (air hanya mengalir di bagian tertentu).
Teknik umum:
Ratakan permukaan bubuk kopi sebelum tamping.
Gunakan alat distribusi atau teknik WDT (Weiss Distribution Technique).
—
5. Tamping dengan Tekanan Konsisten
Gunakan tamper datar dan pastikan permukaan bubuk kopi padat serta rata.
Tekanan ideal: sekitar 30 lb (13–15 kg).
Pastikan tidak ada kemiringan agar air mengalir merata.
> Tip: Fokus pada konsistensi tekanan, bukan seberapa kuat kamu menekan.
—
6. Suhu dan Tekanan Air Sesuai Standar
SCA menetapkan standar ekstraksi sebagai berikut:
Suhu air: 90–96°C
Tekanan pompa: sekitar 9 bar
Waktu ekstraksi: 25–30 detik
> Jika rasa terlalu asam → tingkatkan suhu atau perhalus gilingan.
Jika rasa terlalu pahit → turunkan suhu atau perkasar gilingan.
—
7. Perhatikan Volume dan Crema
Espresso yang baik menghasilkan:
Volume sekitar 25–35 ml
Warna crema hazelnut dengan sedikit corak keemasan
Aroma kaya dan seimbang antara manis, asam, dan pahit.
—
8. Lakukan Kalibrasi Rutin
Setiap kopi memiliki karakteristik berbeda, sehingga penting untuk mengkalibrasi mesin espresso dan grinder setiap hari atau setiap pergantian biji kopi.
Catat hasil uji coba (rasio, grind size, waktu ekstraksi) agar mudah menemukan titik ideal.
—
9. Gunakan Air Berkualitas
Air memengaruhi hingga 98% rasa espresso!
Gunakan air dengan TDS 75–250 ppm sesuai standar SCA.
Hindari air yang terlalu keras atau terlalu lembut karena bisa mengubah profil rasa dan merusak mesin.
—
10. Bersihkan Mesin Secara Berkala
Kebersihan adalah kunci konsistensi.
Backflush mesin setiap akhir hari.
Bersihkan portafilter, basket, dan shower screen dari sisa minyak kopi.
Gunakan pembersih khusus espresso agar cita rasa tidak terkontaminasi.
—
✨ Kesimpulan
Membuat espresso sesuai standar SCA bukan sekadar mengikuti angka, tetapi memahami interaksi antara kopi, air, suhu, tekanan, dan waktu. Dengan latihan dan kalibrasi yang konsisten, kamu dapat menemukan “sweet spot” yang menonjolkan karakter terbaik dari setiap biji kopi.
A beautiful thing, a wonderful experience, and excellent work that you do to educate people, we wish you more progress